Cara Memilih Jurnal Baru Setelah Artikel Ditolak merupakan topik yang relevan bagi penulis jurnal karena keputusan kecil pada tahap persiapan naskah sering memengaruhi seberapa mudah editor, reviewer, atau pembaca memahami pekerjaan ilmiah. Jurnal kedua sebaiknya dipilih berdasarkan diagnosis alasan rejection, bukan sekadar turun quartile secara otomatis.
Artikel ini tidak menawarkan jalan pintas menuju acceptance. Tujuannya adalah memberikan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk memeriksa naskah atau strategi submission secara lebih sistematis. Dengan pendekatan tersebut, penulis dapat membedakan masalah bahasa, teknis, pemilihan jurnal, dan substansi sehingga waktu revisi digunakan pada bagian yang memang perlu diperbaiki.
Memahami jurnal setelah rejection Secara Proporsional
Hal pertama yang perlu dipahami adalah konteks penggunaan. Dalam publikasi ilmiah, satu indikator atau satu tools jarang cukup untuk mengambil keputusan. Penulis perlu membaca hasil, kebijakan, atau komentar dalam konteks tujuan riset, disiplin ilmu, dan jurnal yang ditargetkan.
Jurnal kedua sebaiknya dipilih berdasarkan diagnosis alasan rejection, bukan sekadar turun quartile secara otomatis. Karena itu, pendekatan yang baik selalu memisahkan antara apa yang dapat diperbaiki oleh penulis dan apa yang tetap berada pada kewenangan editor atau reviewer. Perbaikan yang terukur membuat manuscript lebih siap, tetapi tidak boleh dipresentasikan sebagai garansi hasil editorial.
Poin yang Perlu Diperhatikan
Poin pertama yang perlu diperhatikan adalah bila rejection karena scope, cari audience yang lebih cocok bukan hanya jurnal berperingkat lebih rendah. Respons yang baik tidak hanya menyatakan bahwa komentar sudah diperbaiki, tetapi juga menjelaskan apa yang diubah dan di mana lokasinya. Ini membuat editor dan reviewer lebih mudah mengecek revisi tanpa menebak-nebak.
Dalam praktiknya, bila kontribusi dinilai sempit, targetkan jurnal dengan cakupan lebih spesifik. Respons yang baik tidak hanya menyatakan bahwa komentar sudah diperbaiki, tetapi juga menjelaskan apa yang diubah dan di mana lokasinya. Ini membuat editor dan reviewer lebih mudah mengecek revisi tanpa menebak-nebak.
Hal yang sering menentukan kualitas keputusan adalah bahwa gunakan komentar reviewer untuk memperbaiki bagian yang berpotensi dipersoalkan lagi. Respons yang baik tidak hanya menyatakan bahwa komentar sudah diperbaiki, tetapi juga menjelaskan apa yang diubah dan di mana lokasinya. Ini membuat editor dan reviewer lebih mudah mengecek revisi tanpa menebak-nebak.
Penulis perlu mengingat bahwa cek ulang biaya dan kebijakan open access sebelum submission baru. Respons yang baik tidak hanya menyatakan bahwa komentar sudah diperbaiki, tetapi juga menjelaskan apa yang diubah dan di mana lokasinya. Ini membuat editor dan reviewer lebih mudah mengecek revisi tanpa menebak-nebak.
Pada tahap ini, buat cover letter baru dan jangan menyebut submission sebelumnya kecuali diminta. Respons yang baik tidak hanya menyatakan bahwa komentar sudah diperbaiki, tetapi juga menjelaskan apa yang diubah dan di mana lokasinya. Ini membuat editor dan reviewer lebih mudah mengecek revisi tanpa menebak-nebak.
Lima poin tersebut saling berhubungan. Penulis sebaiknya tidak berhenti pada satu temuan, misalnya satu skor, satu komentar, atau satu metrik jurnal. Keputusan yang lebih kuat biasanya muncul setelah beberapa indikator menunjukkan arah yang sama dan telah diverifikasi pada sumber yang tepat.
Langkah Praktis yang Bisa Digunakan
Berikut workflow sederhana yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal. Urutannya dapat disesuaikan dengan kondisi naskah, tetapi prinsipnya adalah menyelesaikan masalah besar terlebih dahulu sebelum masuk ke detail kosmetik.
- Baca decision letter atau author guidelines sampai tuntas.
- Buat daftar tugas yang dapat dicentang satu per satu.
- Kerjakan isu substansi terlebih dahulu sebelum bahasa dan format.
- Lakukan cross-check antara manuscript, metadata, dan file pendukung.
- Simpan versi final dan catatan perubahan sebelum mengunggah file.
Setelah checklist selesai, lakukan satu pembacaan tanpa mengedit. Cara ini berguna untuk menilai apakah alur keseluruhan sudah terasa koheren. Penulis sering menemukan masalah baru ketika tidak lagi fokus pada satu kalimat, melainkan membaca manuscript seperti editor atau reviewer yang baru pertama kali melihat penelitian tersebut.
- Jawab komentar satu per satu. Prinsip ini membantu menjaga kualitas keputusan dan menghindari perbaikan yang hanya bersifat kosmetik.
- Gunakan nada profesional. Prinsip ini membantu menjaga kualitas keputusan dan menghindari perbaikan yang hanya bersifat kosmetik.
- Hubungkan respons dengan perubahan manuscript. Prinsip ini membantu menjaga kualitas keputusan dan menghindari perbaikan yang hanya bersifat kosmetik.
- Prioritaskan bukti daripada opini. Prinsip ini membantu menjaga kualitas keputusan dan menghindari perbaikan yang hanya bersifat kosmetik.
Contoh Penerapan pada Naskah
Bayangkan sebuah manuscript sudah memiliki data dan analisis yang lengkap, tetapi penulis masih ragu pada tahap akhir. Pendekatan yang kurang efisien adalah langsung mengubah banyak bagian sekaligus. Pendekatan yang lebih aman adalah menentukan dulu jenis masalahnya: apakah reviewer akan kesulitan memahami bahasa, apakah jurnal tidak cocok dengan scope, apakah file submission belum lengkap, atau apakah klaim di discussion terlalu luas.
Setelah diagnosis awal dibuat, gunakan bukti yang dapat diperiksa. Untuk bahasa, baca konteks paragraf dan konsistensi istilah. Untuk jurnal, lihat aims and scope dan artikel terbaru. Untuk similarity atau AI, kembali pada sumber, proses penulisan, dan kebijakan yang berlaku. Untuk reviewer, cocokkan setiap jawaban dengan perubahan nyata pada manuscript. Dengan begitu, revisi memiliki alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Praktik ini juga mengurangi revisi berulang. Banyak waktu terbuang ketika penulis memperbaiki grammar sebelum struktur paragraph selesai, memilih jurnal sebelum mengecek scope, atau menurunkan similarity dengan mengganti kata tanpa memahami sumber. Urutan kerja yang benar biasanya memberikan hasil lebih konsisten daripada banyak perubahan kecil yang tidak terkoordinasi.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
- Menjawab reviewer dengan nada defensif.
- Mengabaikan komentar yang dianggap kecil.
- Menyatakan sudah direvisi tanpa menunjukkan lokasi perubahan.
- Mengubah manuscript tetapi lupa memperbarui response letter.
Kesalahan di atas tidak selalu menyebabkan rejection secara langsung, tetapi dapat membuat manuscript lebih sulit dievaluasi atau menambah pekerjaan editorial. Yang paling penting adalah menghindari strategi yang hanya memperbaiki tampilan luar tanpa memperbaiki kejelasan, validitas, atau kepatuhan terhadap panduan jurnal.
Membuat Shortlist Jurnal Baru Setelah Rejection
Jurnal baru tidak boleh dipilih hanya karena prosesnya diklaim cepat atau quartile-nya lebih rendah. Rejection sebelumnya harus diterjemahkan menjadi kriteria pemilihan baru, terutama jika editor menyinggung scope, novelty, audience, atau desain penelitian.
- Buat tiga sampai lima kandidat berdasarkan topik dan artikel terbaru.
- Catat article type, quartile, model akses, APC, serta waktu proses yang dinyatakan resmi.
- Periksa apakah komentar reviewer lama menuntut perubahan yang juga relevan untuk target baru.
- Verifikasi status indeks dan kebijakan jurnal pada sumber resmi.
- Sesuaikan cover letter, format, keywords, dan referensi tanpa mengubah hasil penelitian.
Pilih satu target utama dan satu cadangan, lalu selesaikan revisi sebelum mengubah template submission. Panduan memilih jurnal Scopus membantu menyusun shortlist yang dapat dipertanggungjawabkan dan mengurangi risiko rejection berulang karena mismatch scope.
Kapan Perlu Bantuan Profesional?
Bantuan profesional berguna ketika penulis sudah mengetahui tujuan ilmiahnya tetapi membutuhkan second opinion pada bahasa, translasi, konsistensi, atau kesiapan submission. Untuk masalah substansi seperti desain penelitian atau validitas analisis, penulis tetap perlu berdiskusi dengan pembimbing, co-author, statistician, atau ahli bidang yang relevan.
Publikasi.org merupakan bagian dari Native-Proofreading.com Group. Untuk topik ini, halaman Konsultasi Naskah dapat digunakan sebagai titik awal. Penulis yang masih mencari target jurnal juga dapat menggunakan Journal Finder untuk membuat shortlist lalu memverifikasi kandidat di website jurnal.
